Category Archives: isLam

Janji Manusia

Manusia selain atheis, telah mengikrarkan kepercayaannya kepada Tuhan. Tapi, pengikraran sebuah janji oleh seseorang adalah mutlak sebuah kewajiban yang harus dipenuhi baik itu orang yang beragama maupun tidak. Muslim yang taat, 17 kali minimalnya mereka telah mengikrarkan sebuah janji kepada Allah SWT.

“Hanya Engkaulah yang kami sembah dan hanya kepada Engkaulah kami memohon pertolongan”

Menjalani hidup berarti menjalanii peraturan. Peraturan telah menetapkan setiap hak dan kewajiban. Setiap muslim berarti mengikuti terhadap peraturan Islam. Allah SWT hanya meminta satu hal dari seorang muslim, yaitu melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Mereka yang beragama Islam, berarti mengikuti apa yang diminta Allah SWT. Suka tidak suka, seorang muslim diminta oleh Allah SWT seperti itu. Apabila setiap muslim lalai terhadap janji yang telah diucapkan tersebut, maka Allah SWT mempunyai pengadilan tersendiri terhadapnya.

Terlalu munafik apabila saya menganggap diri saya suci. Karena manusia tempatnya salah. Semoga Allah SWT tidak marah kepada saya tentang hal ini. Setidaknya ini merupakan saling mengingatkan antara kita orang muslim. Dan semoga saya dan saudara muslim saya akan selalu memegang janji itu. Janji yang tidak ada tawar-menawar.


Malu

Kakak ku sangat sayang kepada adiknya. Dia pernah mengirim suatu pesan. Begini pesan singkatnya:

Rahmat Allah turun ke bumi pada sepertiga malam terakhir. Orang-orang yang lebih mempentingkan tidur nyenyak daripada beribadah kepada-KU, maka pengakuan cintanya kepada-KU hanyalah omong kosong. Bukankah tiap yang saling bercinta kasih selalu mencari waktu sunyi untuk berbisik pada kekasihnya? AKU sangat senang melihat kekasih-KU yang membayangkan kehadiran-KU dihadapannya, berbicara dari hati-kehati dengan-KU. Orang-orang yang seperti itu akan AKU tempatkan di dalam surga.

Kita dengan Rasul beda sedikit. Rasul dikit tidur, kita dikit-dikit tidur. Rasul dikit makan, kita dikit-dikit makan. Rasul dikit marah, kita dikit-dikit marah. Rasul dikit gurau, kita dikit-dikit gurau. Rasul dikit-dikit beramal, kita dikit amal. Rasul dikit-dikit korban, kita dikit pengorbanan. Kapan kita mengejar perbedaan SEDIKIT itu?

Aku memang pecinta Allah dan Rasul-NYA. Tapi aku belum pernah sempat berfikir sampai sejauh ini, seperti layaknya pecinta sejati. Aku dibuat malu oleh pesan itu. Malu yang tak terkira.


Bersuci

Pesan dari guru ngajiku dulu masih terngiang-ngiang dalam kepalaku. bukan hanya wudhu saja yang akan membuat kita menjadi suci dari hadas. Coba kita perhatikan ilmu dari ‘bersuci’ itu sendiri. Bagaimana caranya bersuci dan syarat-syarat sarana untuk bersuci itu sendiri. Sebagai rukun sarat syahnya sholat, kita harus suci dulu ntah itu badan kita atau pakaian kita.

Yang saya baca dan saya tau, ambang batas air untuk bersuci adalah minimal 2 kulah (setara dengan bak penampung ukuran PxLxT 60x60x60 cm dengan air penuh). Itupun dengan syarat apabila kita wudhu, air yang membasuh badan kita tidak boleh menetesi air yang 2 kulah tersebut. Karena itu akan menyebabkan wudhu kita tidak syah. Sesuai dengan ketentuan dari wudhu tersebut, apakah pakaian kita yang biasanya sering kita kenakan untuk sholat, menghadap Yang Maha Kuasa juga sudah suci? bagaimana cara mencuci pakaian kita? Boleh dikata pakaian kita sudah tentu bersih, tapi sudahkah pakaian kita suci?

Melihat cara berwudhu itu, aku sangat berhati-hati dengan yang namanya mencuci pakaian. Aku tidak membiasakan membilas pakaian hanya dengan se-ember air untuk membilas 1,2,3 atau berapapun jumlahnya pakaian yang aku cuci. Aku mencuci pakaian’ku dengan aku rendam deterjen dan untuk membilasnya, bilasan terakhir aku selalu mencari air yang mengalir. Dan itupun aku harus berhati-hati pula untuk tidak menetesi atau menciprati air bilasanku dengan pakaian yang sudah aku bilas sebelumnya. Aku pengen berbagi dengan temen-temen ilmu yang sederhana ini. Semoga dapat bermanfaat bagi kita.

Hanya ALLAH SWT sajalah yang benar, semoga aku senantiasa mendapat ridho-Nya, Amin…