Category Archives: CeriTa k0nYoL

Mimpi untuk menjadi Sukses

Saya mengakui postingan ini sangat konyol. Secara nalar sangat konyol. Bagi temen-temen yang baca, saya pribadi mohon maaf apabila temen-temen ada yang merasa tersinggung, terus marah, terus jangan sampai bunuh diri ya, hehehe… Ini hanyalah sekedar just for fun aja. Kisah ini adalah kisah nyata dan orang yang terlibat sampai sekarang masih dalam keadaan sehat bugar dan masih perjaka ting-ting. Ceritanya bermula saat saya telah selesai mengkatamkan membaca buku tetralogi laskar pelangi. Saking serunya membaca, temen saya (Aris) penasaran dengan apa yang telah saya baca.

Aris : Gung, kayaknya seru banget. Ceritain donk isi bukunya.

Saya: Tak saranin mending kamu baca Ris, sangat disayangkan kalo kamu cuma denger ceritanya doank.

Aris : Masalahnya aku kalo baca, ntar malah ngantuk gung, hehe…

Saya : Jadi tu gini, ada orang yang namanya Andrea Hirata seorang anak kampung tulen. Latar belakang keluarganya hanya seorang buruh. Disini Andrea Hirata yang akrab dipanggil Ikal mempunyai impian ingin kuliah di Sorbonne Paris. Dia ingin mengubah nasibnya agar tidak seperti keluarganya yang hanya seorang buruh.

Aris : Berarti inti ceritanya menceritakan kisah hidupnya semasa sekolah sampai berhasil kuliah di Sorbonne Paris?

Saya : Yupz, bener banget. Tapi bukan hanya itu, disini ada kisah-kisah seru antara Ikal dengan teman-temannya. Mending kamu baca aja Ris.

Aris : Trus pesan dari buku itu apa donk?

Saya : Jika kamu ingin berhasil, maka kamu harus berani bermimpi.

Aris : Loh aku banyak tidur lho, kan kalo aku tidur, aku kan mimpi. berarti aku jadi orang sukses donk..

Saya : hahahaha….. kurangajar…!!!!

Premis Umum = Jika ingin SUKSES, maka beranilah untuk berMIMPI.

Premis Khusus = MIMPI adalah buah dari TIDUR.

Kesimpulan = TIDUR itu adalah SUKSES.

Harap jangan diambil hati, karena ini adalah kesalahan berfikir yang sangat kronis. Walaupun secara nalar boleh dikatakan nyambung. Tapi tetep aja akan merasa konyol jika bener-bener kejadian.

Iklan

Satrio Prayogo, bukan Satrio Fajar

Departemen Minat dan Bakat atau yang biasa disebut Mikat adalah bidang di sebuah organisasi yang enjoy. Pada masanya Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Peternakan -BEM FP- periode tahun 2007, saya mempunyai anggota tim berjumlah 7 orang termasuk di dalamnya ada saya. Setelah masa kepengurusannya selesai, saya berharap salah seorang dari anggota tim bisa meneruskan di kepengurusan BEM periode berikutnya. Alhasil ada dua anggota tim yang bersedia untuk menjabat kedua kalinya dan berada pada departemen yang sama di BEM periode tahun 2008. Mereka keduanya yang direncanakan masuk adalah bernama Setya Wijaya -Jaya- dan Satrio Fajar -Yoyo- dengan ketua departemen Si Jaya.

Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Peternakan periode tahun 2008 telah terbentuk keanggotaan dengan saya menjabat sebagai komisi ahli. Disitu saya ditugasi untuk mengawasi kinerja beberapa departemen termasuk departemen mikat. Sudah tentu saya diberi tahu siapa2 saja yang menjabat dari masing-masing departemen. Departemen mikat memang sejak dulu boleh dikata departemen yang aneh karena banyak hal-hal konyol yang terjadi diakibatkan oleh pengurusnya belum begitu banyak yang pernah masuk BEM. Mereka masih awam dengan BEM apalagi dengan tugas-yugas kesehariannya. Jaya yang semulanya didaulat sebagai koordinator disini harus tersisih oleh M. Ikhrom Kurniawan -Ikhrom- karena Ikhrom lebih kapabel dibanding Jaya.

Rizki Salaamun -Rizki- adalah Ketua BEM periode ini mempunyai hubungan yang dekat dengan saya. Tidak menjadi persoalan yang serius apabila saya memasukkan anggota baru ke bawah departemen yang saya pimpin. Departemen Mikat BEM FP periode tahun 2008 beranggotakan Ikhrom sebagai ketua, Vera sebagai sekretaris, dan terdiri dari 3 orang staff Jaya, Dayu dan Satrio. Awalnya yang saya tahu adalah Satrio Fajar yang berada pada jajaran staff departemen itu seperti halnya temen-temen mikat lainnya. Setelah BEM ini mengadakan beberapa rapat pengurus, ada sesosok orang yang tinggi, gede, berpotensi brewoken itu orang tetapi selalu memasang tampang sok imut yang mengaku namanya Satrio Prayogo -Satrio-. Saya mengenalkan diri pada Satrio dan dari pengakuannya dia masuk di departemen mikat. Hampir minggu ke-2 kepengurusan BEM saya bertanya kepada Rizki tentang Satrio Prayogo.

” Riz, Satrio itu siapa? dia menjabat pada departemen apa?”

“Ga tahu Gung, bukannya dia ada di mikat? tapi Satrio Fajar dimana kok ga pernah kelihatan?”

“Itu yang saya bingung Riz, katanya dia masuk di mikat..”

“Waduh, kok aku ga tahu ya? hahahaha”

“Lho piye to ki, tak kira kamu yang masukin”

“Bukan aku, gini aja Gung, kita lihat dulu kerjanya seperti apa, kalo jelek kita depak aja dan cari gantinya, hehe…”

“Lha terus, Yoyo piye?”

“Kita tanyain lagi, mau masuk BEM ga? gitu aja..”

Setelah beberapa hari ternyata Satrio Prayogo masuk BEM karena dikasih tahu oleh teman saya yang sekelas dengannya yang bernama Puput. Puput adalah anggota BEM yang menjabat sebagai Sekretaris Departemen Kebijakan Publik atau biasa disebut KaPe. Puput ingin tahu siapa saja yang menjadi pengurus BEM dari temen se-kelasnya. Setelah dia tahu ada nama Satrio di departemen mikat, dia memberi tahu Satrio dan mengajaknya ikut rapat BEM.

“Waduh, ternyata kemarin nulisnya kurang lengkap hanya Satrio saja ga pake Fajar. Pantes di setiap rapat muncul Satrio Prayogo.” (pikir ku)