Potret 1

Potret ada kalanya terlihat manis, tapi bisa juga terasa pahit. Kali ini potret menusuk batin orang tua dikala sang anak tidak tahu menahu berapa beras yang didapat dari terik matahari di siang hari. Seakan aku kini masih merasakan betapa sembab perasaan orang tua itu. SMA Ceper waktu itu terdapat banyak sisi yang harus dipilih salah satunya untuk menentukan setiap sikap.

Potret, ketika pagi hari terlihat berbondong-bondong para pencari ilmu mengayuh sepeda, menapaki jalanan sawah, berdesak-desakan dengan penumpang angkot, atau melajukan motor sebelum bel sekolah jam 7 berbunyi. Semuanya terlihat wajar. Hanya sebagian orang yang akan menganggapnya kurang wajar bagi mereka para pemalu, mereka yang dikendalikan oleh lingkungan yang salah. Waktu itu mereka salah mempelajari etanol. Setau mereka etanol hanyalah alkohol yang layak minum. Ber-imbas dari itu, segala sesuatu yang berkaitan dengan membolos, pacaran, pidana terhadap peraturan sekolah, adalah hal yang lumrah. Mereka mungkin menganggapnya lumrah jika seorang anak mengancam tidak akan masuk sekolah jika tidak dibelikan sebuah sepeda motor.

Hanya satu yang terfikir oleh ku. Jika itu adalah aku, kelak seperti apa aku diberlakukan oleh anak ku nanti. Astaghfirullahal azim….

Iklan

About Agung Budi Prasetya

ennthewee adalah seorang rakyat jelata dengan pertanda nama "Agung Budi Prasetya". saya ingin membagi kisah kepada temen-temen dimana setiap petikan dari hidup ini dapat memberikan makna bagi kita agar dapat menjadi referensi bagi kehidupan kedepan yang lebih baik, Amin... Lihat semua pos milik Agung Budi Prasetya

8 responses to “Potret 1

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: