Kaliwungu, Kudus

Mbah sarni dan Tika, Ibu Sulipah, Lentog, Soto kerbau, Simpang tujuh, Menara kudus, Honocoroko dan ke-8 temen (Yogi, Ikhsan, Mamad, Nanda, Rena, Maya, Nat-nat dan Yuyun). Semuanya adalah kenangan waktu KKN bulan Januari-Februari 2009 kemarin. Aku merindukan kalian semua.

Sudah satu tahun lebih kita tidak satu atap lagi. Dan tidak akan mungkin satu atap lagi dalam waktu yang lama walaupun dipaksakan seperti apapun juga. Aku ingat betul buku diary desa kita, buku itu merupakan jembatan bagi kita untuk bertegur-sapa dan berkeluh kesah. Rena yang menggebu-gebu menumpahkan kekesalannya pada buku itu sewaktu lampu rumah mati (Yang sabar ya Ren, itu tandanya Negara ini membuktikan kalau masih peduli terhadap pemanasan global melalui program pemadaman listrik bergilir). Kordes yang seolah-olah ingin mengatakan sesuatu pada teman-temannya (Temen-temen Amyaw, besok ngajar WB lagi nyok, trus jalan-jalan deh, hehe). Korcam yang sebenarnya pengen berpesan (Besok kalau bangun pagi ya, ntar goreng pisang gi, hmmm… nyam….3x). Yuyun yang selalu kelihatan ceria, tapi dia sebenarnya ingin mengatakan sesuatu buat mbah sarni (Mbah Sarni, maapin yuyun ya, suara yuyun selalu menemani embah bobo). Maya yang energik (Hey mad ma nanda, awas ya kalian. ntar ga tak ajak senam di balai desa lagi). Mamad yang mendapat kenalan baru (Amyaw, kenapa engkau mengunjungiku melalui pesawat telephon saja). Natali yang suka menyanyi (Yog yog, besok agenda kecamatan apa lagi?). Nanda doyan banget tidur (Gung, ntar pasang alarm jam 3 pagi ya, aku pengen bangun pagi-pagi, hehe). Dan tidak ketinggalan aku (Temen-temen, Agung balik dulu ke semarang ya, jaga rumah baik-baik, hehehehehe).

Temen-temen pasti akan mengingat itu semua, dan mbah sarni mungkin sekarang menanyakan temen-temen semua. Dimana kalian cu, tapi kok suaranya masih kedengeran. Tika yang tomboy abis, sebenarnya dia pengen ngomong sesuatu kepada temen-temen “Kak, gelangnya masih disimpen kan?”. Dan tak ketinggalan buat adik-adik yang sering belajar di posko, sebenarnya kakak-kakak ini pengen adik-adik belajar yang rajin, Biar nanti kalau adik-adik sukses, kakak bisa lihat adik di layar kaca Televisi. Buat Ibu Sulipah, “Bu, semangat Kartini Ibu adalah kebanggan bagi kami, semoga Ibu selalu sehat-sehat saja”.

Terima kasih semua, terima kasih atas 35 hari di kaliwungu, Kudus.

Iklan

About Agung Budi Prasetya

ennthewee adalah seorang rakyat jelata dengan pertanda nama "Agung Budi Prasetya". saya ingin membagi kisah kepada temen-temen dimana setiap petikan dari hidup ini dapat memberikan makna bagi kita agar dapat menjadi referensi bagi kehidupan kedepan yang lebih baik, Amin... Lihat semua pos milik Agung Budi Prasetya

9 responses to “Kaliwungu, Kudus

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: