Malu

Kakak ku sangat sayang kepada adiknya. Dia pernah mengirim suatu pesan. Begini pesan singkatnya:

Rahmat Allah turun ke bumi pada sepertiga malam terakhir. Orang-orang yang lebih mempentingkan tidur nyenyak daripada beribadah kepada-KU, maka pengakuan cintanya kepada-KU hanyalah omong kosong. Bukankah tiap yang saling bercinta kasih selalu mencari waktu sunyi untuk berbisik pada kekasihnya? AKU sangat senang melihat kekasih-KU yang membayangkan kehadiran-KU dihadapannya, berbicara dari hati-kehati dengan-KU. Orang-orang yang seperti itu akan AKU tempatkan di dalam surga.

Kita dengan Rasul beda sedikit. Rasul dikit tidur, kita dikit-dikit tidur. Rasul dikit makan, kita dikit-dikit makan. Rasul dikit marah, kita dikit-dikit marah. Rasul dikit gurau, kita dikit-dikit gurau. Rasul dikit-dikit beramal, kita dikit amal. Rasul dikit-dikit korban, kita dikit pengorbanan. Kapan kita mengejar perbedaan SEDIKIT itu?

Aku memang pecinta Allah dan Rasul-NYA. Tapi aku belum pernah sempat berfikir sampai sejauh ini, seperti layaknya pecinta sejati. Aku dibuat malu oleh pesan itu. Malu yang tak terkira.

Iklan

About Agung Budi Prasetya

ennthewee adalah seorang rakyat jelata dengan pertanda nama "Agung Budi Prasetya". saya ingin membagi kisah kepada temen-temen dimana setiap petikan dari hidup ini dapat memberikan makna bagi kita agar dapat menjadi referensi bagi kehidupan kedepan yang lebih baik, Amin... Lihat semua pos milik Agung Budi Prasetya

9 responses to “Malu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: