Bersuci

Pesan dari guru ngajiku dulu masih terngiang-ngiang dalam kepalaku. bukan hanya wudhu saja yang akan membuat kita menjadi suci dari hadas. Coba kita perhatikan ilmu dari ‘bersuci’ itu sendiri. Bagaimana caranya bersuci dan syarat-syarat sarana untuk bersuci itu sendiri. Sebagai rukun sarat syahnya sholat, kita harus suci dulu ntah itu badan kita atau pakaian kita.

Yang saya baca dan saya tau, ambang batas air untuk bersuci adalah minimal 2 kulah (setara dengan bak penampung ukuran PxLxT 60x60x60 cm dengan air penuh). Itupun dengan syarat apabila kita wudhu, air yang membasuh badan kita tidak boleh menetesi air yang 2 kulah tersebut. Karena itu akan menyebabkan wudhu kita tidak syah. Sesuai dengan ketentuan dari wudhu tersebut, apakah pakaian kita yang biasanya sering kita kenakan untuk sholat, menghadap Yang Maha Kuasa juga sudah suci? bagaimana cara mencuci pakaian kita? Boleh dikata pakaian kita sudah tentu bersih, tapi sudahkah pakaian kita suci?

Melihat cara berwudhu itu, aku sangat berhati-hati dengan yang namanya mencuci pakaian. Aku tidak membiasakan membilas pakaian hanya dengan se-ember air untuk membilas 1,2,3 atau berapapun jumlahnya pakaian yang aku cuci. Aku mencuci pakaian’ku dengan aku rendam deterjen dan untuk membilasnya, bilasan terakhir aku selalu mencari air yang mengalir. Dan itupun aku harus berhati-hati pula untuk tidak menetesi atau menciprati air bilasanku dengan pakaian yang sudah aku bilas sebelumnya. Aku pengen berbagi dengan temen-temen ilmu yang sederhana ini. Semoga dapat bermanfaat bagi kita.

Hanya ALLAH SWT sajalah yang benar, semoga aku senantiasa mendapat ridho-Nya, Amin…

Iklan

About Agung Budi Prasetya

ennthewee adalah seorang rakyat jelata dengan pertanda nama "Agung Budi Prasetya". saya ingin membagi kisah kepada temen-temen dimana setiap petikan dari hidup ini dapat memberikan makna bagi kita agar dapat menjadi referensi bagi kehidupan kedepan yang lebih baik, Amin... Lihat semua pos milik Agung Budi Prasetya

2 responses to “Bersuci

  • mirnarizka

    Maaf, apakah ada hadits-nya yg shahih tentang ini? Terutama tentang yang mencuci pakaian. (Maaf, tidak berusaha menyinggung. Saya hanya ingin tahu karena saya gak pernah dengar soal ini)

  • Agung Budi Prasetya

    Maaf sebelumnya,saya hanya ingin menyampaikan sedikit yang saya tau.mohon kita saling mengkoreksi kalo dikira ada yang perlu diluruskan, hehehe…. mksh

    1. Dalam sebuah hadits disebutkan, Rasulullah SAW bersabda, “Kesucian itu penutup iman”. (HR. Muslim). Al baqarah (2) : 222. Dalam shalat misalnya, shalat tidak akan dianggap sah apabila belum melakukan wudhu.

    2. Suci (thaharah) itu terdiri dari dua macam, yaitu : suci lahir dan suci batin. tapi kita disini bukan bicara suci batin, karena setiap orang punya caranya sendiri2. kalau suci lahir maksudnya adalah bersuci dari hadats (menghilangkan najis-najis dengan menggunakan air yang suci guna membersihkan pakaian, badan dan tempat ibadah yang dipakai untuk shalat).

    3. Dalam kitab taqrib yang biasa dibaca di pesantren – pesantren syafi’iyyah disebutkan bahwa air yang diperbolehkan untuk bersuci itu ada 7 macam jenis. Yaitu, air hujan, air laut, air sungai, air sumur, air yang keluar dari mata air, air salju dan air embun. Kemudian ketujuh macam jenis air ini dikelompokan lagi kedalam 4 katagori air. Pertama, Air suci yang mensucikan dan tidak makruh, dinamakan Air Mutlak. Kedua, Air suci yang mensucikan namun makruh untuk dipergunakan, yaitu Air Musyammasy (air yang dipanaskan dengan sinar matahari). Ketiga, Air suci namun tidak mensucikan, namanya Air Musta’mal (air sedikit yang telah dipakai) dan Air Mutaghayyir (air yang berubah karena tercampur dengan suatu benda suci). Keempat, Air najis, yaitu air sedikit yang kurang dari 2 qullah kemudian kejatuhan najis atau air banyak (lebih dari 2 qullah) yang kejatuhan najis dan kemudian menjadi berubah keadaannya.

    4. Air dua qullah itu menurut kitab Fathul Qarib (taqrib) tersebut ukurannya setara dengan 500 rithl Baghdad (Irak). Jika disetarakan dengan ukuran sho’, maka air dua qullah itu sama dengan + 93,75 sho’ (Lihat Tawdhihul Ahkam min Bulughil Marom, 1/116). Sedangkan 1 sho’ seukuran 2,5 atau 3 kg. Jika massa jenis air adalah 1 kg/liter dan 1 sho’ kira-kira seukuran 2,5 kg, maka berarti ukuran dua qullah adalah 93,75 x 2,5 = 234,375 liter. Jadi, ukuran air dua qullah adalah ukuran sekitar 234 liter. Gambaran riilnya adalah air yang terisi penuh pada bak yang berukuran 60 Cm x 60 Cm x 65 buku (tapi kalau guru ngajiku dulu bilang air 2 kulah=ukuran 60 Cm x 60 Cm x 60 cm).

    5. Ada hadits mengenai air dua qullah adalah “Jika air telah mencapai dua qullah, maka tidak mungkin dipengaruhi kotoran (najis).” (HR. Ad Daruquthni).

    berdasarkan 5 point diatas, dan mungkin masih banyak ilmu lagi mengenai bersuci. saya mengambil kesimpulan seumpama kita berwudhu maksudnya adalah untuk menghilangkan hadats dari badan kita, tapi kita sholat mengenakan pakaian juga. setelah itu saya memikirkan apakah pakaian saya sudah sesuai dengan kadar kesucian suatu pakaian yang syah untuk sholat/ibadah lainnya. salah satunya untuk mensucikan pakaian adalah air,dan filosofi yang pas menurut saya untuk bersuci menggunakan air adalah seperti kita berwudhu. kalau berwudhu umumnya menggunakan air yang mengalir, begitu juga saya mencuci pakaian saya, setiap bilasan pakaian yang terakhir, air yang saya gunakan untuk membilas dengan air mengalir. bagitu mbak pikiran saya.

    terima kasih atas pertanyaannya, senang bisa berbagi ilmu dengan mbak. kalau ada salah dengan yang saya sampaikan, mohon koreksinya.. semoga diskusi ini bermanfaat bagi kita dan temen2 yang baca blog ini, Amin…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: