Ilir-ilir bagiku..

Ilir-ilir, ilir-ilir
tandure wus sumilir
tak ijo royo-royo
tak sengguh temanten anyar
Bocah angon, bocah angon
penekno blimbing kuwi
lunyu-lunyu penekno
kanggo mbasuh dodot-iro
Dodot-iro, dodot-iro
kumitir bedah ing pinggir
dondomono, jlumatono
kanggo sebo mengko sore
Mumpung padhang rembulane
mumpung jembar kalangane

Yo sorako sorak hiyo


Ilir-ilir bagiku telah menelanjangiku bulat-bulat. Lantunan ilir-ilir, ilir-ilir, tandure wus sumilir, tak ijo royo-royo, menunjukkan bahwa aku tidak hidup dijaman jahiliyah lagi. Aku sudah cukup mempunyai banyak hal untuk masa depanku nanti. orang tua yang selalu mengasihiku, membimbing, mengawasi, mendidik atau bahkan memberikan semua hal agar aku menjadi pribadi yang baik. Saudaraku yang senantiasa membantu tanpa pamrih. Teman-teman yang dengan rela membantu memotivasi dan memberikan nasehat yang baik. Modal hidupku itu akan dengan senang hati menuntunku hingga temanten anyar. Temanten yang menunjukkan sebenar-benarnya orang. Bukan orang-orangan yang akan menjadi boneka pengkhianat.

Bocah angon, bocah angon, penekno blimbing kuwi. Apakah aku bocah angon itu? bocah angon, seseorang yang mengemban tanggung jawab besar atas penggembalaannya. Tentunya dia harus mempunyai insting daya menggembalakan. Buah belimbing itu yang bergigir lima. Bocah angon harus lunyu-lunyu penekno untuk mencapai buah belimbing itu. Karena belimbing itu akan aku basuhkan dodot iro. Pakaian yang melindungi terhadap kehormatanku sebagai orang.

Dodot iro, tidak akan selamanya dia sempurna. Aku sadar tidak akan seperti Rosul Muhammad yang sempurna. Tidak pula Allah ‘aza wajala yang maha benar. Aku menyadari akan besarnya potensi untuk kumitir bedah ing pinggir. Tapi, oarang-orang didekatku telah membisikkan untuk dondomono, jlumatono. Agar aku kelak tidak menyesalinya. Sehingga bisa untuk sebo mengko sore.

Selagi aku masih merasaka padhang rembulane. Selagi usia memberi kesempatan yang jembar kalangane. Selagi it masih aku miliki. Hendaknya aku harus mulai dari sekarang. Mulai bersorako sorak hiyo.

“fate will always defend those who act for the good of”

Iklan

About Agung Budi Prasetya

ennthewee adalah seorang rakyat jelata dengan pertanda nama "Agung Budi Prasetya". saya ingin membagi kisah kepada temen-temen dimana setiap petikan dari hidup ini dapat memberikan makna bagi kita agar dapat menjadi referensi bagi kehidupan kedepan yang lebih baik, Amin... Lihat semua pos milik Agung Budi Prasetya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: