Resep Bisnis Ala Baharun…

“Gunk, jika kamu tau hitung-hitungan masalah penjumlahan, pengurangan, perkalian dan pembagi. Kamu sudah punya modal untuk mendirikan usaha (Mochammad Taufiq Baharun, 2009)”

Matematika strata Sekolah Dasar bagi temanku sudahlah cukup untuk mengembangkan potensi diri untuk menjadi pedagang yang baik. Melihat prospek yang bagus saat mengembangkan usahanya dulu, Abahnya Taufiq menawari untuk berjualan madu arab. Waktu itu harga 1 kardus madu arab Rp 500.000. Bagi Taufiq sudah cukup mencoreng muka untuk meminjam uang pada Abahnya, dimana fasilitas penunjang berupa mobil dan rumah dimaksudkan untuk mendidik Taufiq untuk menjadi pribadi yang mandiri. Rp 10.000 rupanya sudah cukup waktu untuk memulai berdagang. Tapi 50 hari tidak cukup untuk menggenapi 1 buah kardus madu arab, alhasil pelan tapi pasti 3 bulan genap sudah Rp 500.000 itu (cobalah kawan, 30 harimu apakah akan mencukupi Rp 30.000 jika dalam 1 hari, satu lembar ribuan kau sisakan?). Kawan akan aku jelaskan maksud hitungan matematika sederhana versi Taufiq Baharun.

  1. 1 kardus madu arab dijual Taufiq dan mendapat uang hasil penjualan Rp 750.000.
  2. Uang Rp 750.000 yang didapat dibelikan lagi barang dan sisanya disimpan sebagai tambahan modal untuk pengembangan bisnis.
  3. Hasil dari penjualan periode ke-2, uangnya digabung dengan uang simpanan sehingga akan terkumpul sejumlah Rp 1.000.000 dan dari situ dibelikan barang lagi sehingga akan mendapat 2 kardus madu arab.
  4. Hasil penjualan periode ke-3 secara otomatis jika dibelikan lagi barang akan menjadi 3 kardus untuk penjualan periode yang ke-4.
  5. Periode ke-4 akan mendapat uang sisa penjualan Rp 250.000 dan akan menjual madu arab lagi sejumlah 4 kardus.
  6. Perhitungan berikutnya tentu teman sudah tau.

Sungguh tidak akan terpakai rumus-rumus seperti Break Event Point, Pay back period dalam bisnis semacam ini. Tapi kawan, usaha yang dijalankan tidak semudah menghitung seperti hitung-hitungan matematika sederhana tingkat SD tersebut. Enam point hitung-hitungan diatas menunjukkan kita untuk berlatih tekun dan sabar. Berapa lama kawan akan bersabar untuk menyimpan hasil uang penjualan itu sedikit demi sedikit dan tidak membelanjakan uangnya untuk waktu sementara?

Kata Taufiq, mungkin karena Ridho dari orangtua sehingga aku bisa belajar untuk mandiri. Bukan hanya itu, aku juga memperbesar sedekahku sebesar 10% dari yang dianjurkan agama, yaitu 2,5%.

Iklan

About Agung Budi Prasetya

ennthewee adalah seorang rakyat jelata dengan pertanda nama "Agung Budi Prasetya". saya ingin membagi kisah kepada temen-temen dimana setiap petikan dari hidup ini dapat memberikan makna bagi kita agar dapat menjadi referensi bagi kehidupan kedepan yang lebih baik, Amin... Lihat semua pos milik Agung Budi Prasetya

2 responses to “Resep Bisnis Ala Baharun…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: