Monthly Archives: Januari 2010

KATA HONGKONG*

Jawa selalu memiliki identitas sendiri. Dia berbeda dengan eropa-eropa sana. Sikap mereka, tutur kata mereka, cara berpakaian mereka. Semua yang berhubungan akan kehidupan, jawa punya caranya sendiri. Semua selalu dipandang dari sudut etika jawa yang menjunjung tinggi kesopanan. Mungkin hanya di kerajaan-kerajaan saja budaya jawa dapat dilihat. Memang dari sanalah kiblatnya jawa.

Tapi sekarang jawa sudah sulit untuk ditemui. Aku melihat jawa memberi ketentraman bagi orang-orangnya. Ambisi, baginya hanya menjadi sebuah keinginan saja. Bukan suatu keharusan yang bersifat mengikat. Mereka lebih memilih menerima hidup apadanya. Karena dunia, yang mereka mengerti hanya akan membawa keserakahan, permusuhan dan kesombongan.

Dimanakah orang jawa ini…???

Mereka tidak peduli siapa presiden mereka. Mereka tidak mengerti dampak dari naiknya harga minyak dunia terhadap stabilitas ekonomi negara yang mereka diami ini. Mereka juga tidak mempersiapkan diri untuk menghadapi persaingan dagang akibat masuknya produk-produk china ke negara-negara ASEAN (bukan karena mereka tidak siap, tapi mereka tidak kenal dengan ACFTA). Mereka hanya peduli pada eksistensi generasi jawa mereka. Mereka hanya akan pusing terhadap keharmonisan jawa yang lama kelamaan telah mendekati kepunahan.

Dimanakah orang jawa ini…???

Yang aku tau, sekarang jawa tak ubahnya budaya sexualitas dan narkoba yang menjadi “cultural life”. Korupsi, kolusi dan nepotisme telah meluluhlantahkan jati diri mereka. Poligami ilegal dan judi telah menjadikan keluarga mereka berserakan tak teratur. Aku rindu akan jawa yang dulu. Jawa yang memberikan kesejukan bagi orang-orangnya. Tapi jaman dengan pelan-pelan telah membawanya entah kemana.


Ilir-ilir bagiku..

Ilir-ilir, ilir-ilir
tandure wus sumilir
tak ijo royo-royo
tak sengguh temanten anyar
Bocah angon, bocah angon
penekno blimbing kuwi
lunyu-lunyu penekno
kanggo mbasuh dodot-iro
Dodot-iro, dodot-iro
kumitir bedah ing pinggir
dondomono, jlumatono
kanggo sebo mengko sore
Mumpung padhang rembulane
mumpung jembar kalangane

Yo sorako sorak hiyo


Ilir-ilir bagiku telah menelanjangiku bulat-bulat. Lantunan ilir-ilir, ilir-ilir, tandure wus sumilir, tak ijo royo-royo, menunjukkan bahwa aku tidak hidup dijaman jahiliyah lagi. Aku sudah cukup mempunyai banyak hal untuk masa depanku nanti. orang tua yang selalu mengasihiku, membimbing, mengawasi, mendidik atau bahkan memberikan semua hal agar aku menjadi pribadi yang baik. Saudaraku yang senantiasa membantu tanpa pamrih. Teman-teman yang dengan rela membantu memotivasi dan memberikan nasehat yang baik. Modal hidupku itu akan dengan senang hati menuntunku hingga temanten anyar. Temanten yang menunjukkan sebenar-benarnya orang. Bukan orang-orangan yang akan menjadi boneka pengkhianat.

Bocah angon, bocah angon, penekno blimbing kuwi. Apakah aku bocah angon itu? bocah angon, seseorang yang mengemban tanggung jawab besar atas penggembalaannya. Tentunya dia harus mempunyai insting daya menggembalakan. Buah belimbing itu yang bergigir lima. Bocah angon harus lunyu-lunyu penekno untuk mencapai buah belimbing itu. Karena belimbing itu akan aku basuhkan dodot iro. Pakaian yang melindungi terhadap kehormatanku sebagai orang.

Dodot iro, tidak akan selamanya dia sempurna. Aku sadar tidak akan seperti Rosul Muhammad yang sempurna. Tidak pula Allah ‘aza wajala yang maha benar. Aku menyadari akan besarnya potensi untuk kumitir bedah ing pinggir. Tapi, oarang-orang didekatku telah membisikkan untuk dondomono, jlumatono. Agar aku kelak tidak menyesalinya. Sehingga bisa untuk sebo mengko sore.

Selagi aku masih merasaka padhang rembulane. Selagi usia memberi kesempatan yang jembar kalangane. Selagi it masih aku miliki. Hendaknya aku harus mulai dari sekarang. Mulai bersorako sorak hiyo.

“fate will always defend those who act for the good of”


Semarang

Sungguh berbeda aku melihat kota ini. Kota ini tidak seartistik Solo dan Jogja. Tidak pula mempesona seperti yang kebanyakan orang mengagumi Bali. Aku merasakan telah memilikinya. Walaupun Lawang Sewu telah menakut-nakutiku dengan segenap penghuninya. Simpang Lima yang telah membuatku pening akan arah. Temperatur udara yang tinggi sangat, sehingga dibuatlah keringatku bercucuran. tapi, sekarang Lawang Sewu telah menyihirku untuk masuk lebih dalam lagi kedalam lorong bawah tanahnya yang pengap. Simpang Lima telah mempersilahkan aku tawaf dan membaca keanekaragaman orang-orangnya. Temperatur yang tinggi juga tidak menjadi masalah lagi buatku karena hatiku telah dingin dibuatnya. Semarang, kota yang nan eksotik. Yang tidak dimiliki kota-kota lain. Paris Perancis sekalipun.


BEM FP KM UNDIP

Tempat yang akan selalu menjadi kebanggaan. sungguh mengherankan dampak darimu. seakan-akan aku lahir disini. segenap kemampuan materi dan fisik aku persembahkan untukmu. tidak sia-sia yang aku dapatkan. lirik-lirik darah juang, berderap dan melaju, totalitas perjuang. engkau getarkan dan teguhkan perjuangan kami.bersama-sama kami menyadari akan tulusnya arti sahabat. disitu juga aku merasakan indahnya akan menolong sesama. dadaku penuh sesak akan gelora namamu

BADAN EKSEKUTIF MAHASISWA FAKULTAS PETERNAKAN

KELUARGA MAHASISWA UNIVERSITAS DIPONEGORO


Resep Bisnis Ala Baharun…

“Gunk, jika kamu tau hitung-hitungan masalah penjumlahan, pengurangan, perkalian dan pembagi. Kamu sudah punya modal untuk mendirikan usaha (Mochammad Taufiq Baharun, 2009)”

Matematika strata Sekolah Dasar bagi temanku sudahlah cukup untuk mengembangkan potensi diri untuk menjadi pedagang yang baik. Melihat prospek yang bagus saat mengembangkan usahanya dulu, Abahnya Taufiq menawari untuk berjualan madu arab. Waktu itu harga 1 kardus madu arab Rp 500.000. Bagi Taufiq sudah cukup mencoreng muka untuk meminjam uang pada Abahnya, dimana fasilitas penunjang berupa mobil dan rumah dimaksudkan untuk mendidik Taufiq untuk menjadi pribadi yang mandiri. Rp 10.000 rupanya sudah cukup waktu untuk memulai berdagang. Tapi 50 hari tidak cukup untuk menggenapi 1 buah kardus madu arab, alhasil pelan tapi pasti 3 bulan genap sudah Rp 500.000 itu (cobalah kawan, 30 harimu apakah akan mencukupi Rp 30.000 jika dalam 1 hari, satu lembar ribuan kau sisakan?). Kawan akan aku jelaskan maksud hitungan matematika sederhana versi Taufiq Baharun.

  1. 1 kardus madu arab dijual Taufiq dan mendapat uang hasil penjualan Rp 750.000.
  2. Uang Rp 750.000 yang didapat dibelikan lagi barang dan sisanya disimpan sebagai tambahan modal untuk pengembangan bisnis.
  3. Hasil dari penjualan periode ke-2, uangnya digabung dengan uang simpanan sehingga akan terkumpul sejumlah Rp 1.000.000 dan dari situ dibelikan barang lagi sehingga akan mendapat 2 kardus madu arab.
  4. Hasil penjualan periode ke-3 secara otomatis jika dibelikan lagi barang akan menjadi 3 kardus untuk penjualan periode yang ke-4.
  5. Periode ke-4 akan mendapat uang sisa penjualan Rp 250.000 dan akan menjual madu arab lagi sejumlah 4 kardus.
  6. Perhitungan berikutnya tentu teman sudah tau.

Sungguh tidak akan terpakai rumus-rumus seperti Break Event Point, Pay back period dalam bisnis semacam ini. Tapi kawan, usaha yang dijalankan tidak semudah menghitung seperti hitung-hitungan matematika sederhana tingkat SD tersebut. Enam point hitung-hitungan diatas menunjukkan kita untuk berlatih tekun dan sabar. Berapa lama kawan akan bersabar untuk menyimpan hasil uang penjualan itu sedikit demi sedikit dan tidak membelanjakan uangnya untuk waktu sementara?

Kata Taufiq, mungkin karena Ridho dari orangtua sehingga aku bisa belajar untuk mandiri. Bukan hanya itu, aku juga memperbesar sedekahku sebesar 10% dari yang dianjurkan agama, yaitu 2,5%.


Sahabatku

Setiap orang memiliki keunikan masing-masing. Setiap orang juga memiliki ego masing-masing. Akan tetapi sejatinya manusia memiliki rasa persaudaraan yang tinggi. Disinilah aku menemukan keluarga ke-2 ku. Waktu yang tidak begitu lama untuk menjalin ikatan batin. Meskipun begitu, beragam momment yang sulit dilupakan bersama kalian semua. Praktikum yang banyak memakan waktu, bisa kita jadikan sebagai ajang rekreasi bersama. Kuliah yang sangat membosankan, dapat kita jadikan sebagai ajang untuk kumpul bersama. Laporan Praktikum yang membuat kita emosi, malah menjadikan kita lebih kompak. Awal mula aku agak sedikit bertanya-tanya kepada masa depanku kuliah di Fakultas Peternakan ini, akan tetapi engkau mengubah persepsi buruk’ku menjadi sebuah optimisme yang tinggi. aku bangga menjadi bagian dari temen-temen semua. Sebuah keluarga yang tidak dipunyai dan di dambakan oleh temen-temen’ku yang laen. Aku dedikasikan ikatan kita dalam sebuah memori’ku yang tak akan terlupakan ini. Terima kasih teman. Engkau memberi banyak hal yang membuat aku bisa seperti ini. Kelak kita akan bertemu lagi dengan membawa kesuksesan kita,Amin…

Pr0Tist’04 yang tercinta…


Kegagalan Semu

Kemampuan diri untuk melawan sebuah tantangan hidup yang tidak bisa dianggap gampang-gampang susah ini, dalam benak selalu bermunculan option-option jitu yang tertuang dalam jobdisc hidup’ku. Segala macam bentuk usaha yang aku lakukan, penyesalan-lah yang hanya aku dapatkan. Rupanya setan dan santuan kompi bataliyonnya telah siap dengan segala setrateginya untuk mrngacaukan semua jobdisc yang akan aku jalankan. Perlu Ketegasan, Disiplin Diri, Kemandirian, Semangat Juang dan Tujuan Pasti yang merupakan suatu pengharapan masa depan agar mendapat yang terbaik. Kadang rencana yang sudah sangat matang sudah tersemat dalam pikiran, akan tetapi setan tidak habis akal untuk membuat dan membawa’ku dalam suasana lingkungan yang begitu bersahabat sehingga optimisme diri yang begitu yakin akan suatu pencapaian yang dapat membanggakan nantinya, dengan sendirinya akan meredup sampai aku hanya mengangan-angankan kesuksesan itu dimana semua hal itu berbanding lurus dengan kebodohan’ku.

Minimnya daya juang diri yang aku punya, membuat otak’ku kurang efisien dalam berfikir karena hanya mempertimbangkan hal-hal yang membuat takut akan suatu kegagalan. Padahal kegagalan-kegagalan semua itu hanyalah “kegagalan semu” apabila kita mengetahuinya.

“Perbuatan yang didasari motivasi yang tinggi, sabar, serta tidak mengenal keputusasaan, apakah semua itu sebanding dengan sedikit keberhasilan seperti apa yang telah kita angan-angankan dalam tindakan bodoh itu?”, jika aku menyakini ini, InsyAllah ALLAH SWT akan memberiku lebih dari sekedar apa yang aku igaukan selama ini, Amin…

Hanya ALLAH SWT sajalah yang benar, semoga aku senantiasa mendapat ridho-Nya, Amin…