Johar dulunya pusat kota semarang. Disana ada Masjid Agung kota semarang dan alun-alun tentunya. Kawasan kota lama juga tidak jauh dari sana. Di johar aku menemukan makanan khas semarang. Namanya aneh, yaitu Tahu Gimbal. Padahal makanan ini atau tahunya tidak menyerupai rambut yang gimbal. Entah kenapa disebutnya tahu gimbal. Komentarku buat sang tahu, yang sabar ya nak, karena engkau telah mengenyangkan perutku walaupun orang-orang menyebutmu dengan sebutan tahu gimbal.
Makanan ini tidak jauh berbeda seperti pecel kebanyakan. Sama-sama terdapat sambal kacangnya yang melimpah ruah menutupi isinya. Isinya antara lain seperti kubis, lontong, bakwan udang, tauge, kerupuk, tomat, telor ceplok dan tahu goreng iris kecil-kecil tentunya. Rasanya makanan ini semua orang bisa membayangkannya, tetapi suasana siang hari di johar yang banyak lalu lalang kendaraan bermotor. Itulah yang paling berkesan. Jalanan yang terbuat dari paving dan berada di salah satu gang membuat tahu gimbal ini serasa spesial. Matahari yang waktu itu dengan kejamnya membuat panas daerah johar, terasa lezat makan tahu gimbal dan minum es teh di warung trotoar jalan johar.
Masih terasa benar lidah ini akan tahu gimbal dari johar.

