Kawanku yang satu ini takut akan gelap. Kurang tau apa sebabnya, yang pasti dia akan bergetar hebat jika gelap datang padanya. Dalam hidupnya dia harus selalu ditemani oleh cahaya. Dalam sinar cahaya itu, aku melihat senyum, semangat, cinta, kasih sayang, pengorbanan.
Ketahuilah wahai kawan, pagi ini aku rindu akan kehadiranmu. Ingin rasanya bersama-sama lagi merasakan nikmatnya lentog seperti pagi itu. Kebersamaanmu mungkin hanya sepanjang batang rokok. Tidak butuh waktu yang lama untuk menghabiskan sampai hisapan terakhir. Tapi, aku merasakan kecanduan oleh senyummu, kasih sayangmu. Dan aku tidak tahu sampai kapan aku melihat lagi senyum itu.
